Senja Sungai Kapuas

Senja sungai kapuas
Oleh : Nurhijria

Sore itu saya menyusuri sungai kapuas, setelah seharian sibuk dengan skripsi. Ini untuk pertama kalinya naik kapal mini khusus menikmati suasana di sungai Kapuas. Saya menggunakan baju kaos distro muslim focsleppi, dan kerudung rabbani, serta memakai sarung tangan dikarenakan cuaca yang sangat dingin. Tas ransel senada dengan warna baju, coklat. Berisi buku-buku yang baru saya beli ketika bazaar di mall pontianak, kamera saku, dan obat herbal HPAI andrographis centella buat jaga-jaga kalau sakit kambuh di perjalanan. 
Bismillah saya berangkat ke taman alun-alun kapuas, namun sebelumnya saya singgah ke sambal jambal untuk menyantap kuliner khas rumah makan tersebut. Saya memesan sambal cencalok matang, ayam bumbu, dan segelas es teh. Alhamdulillah perut kenyang, hatipun tenang.
Senja bumi khatulistiwa sempat di sapa hujan rintik-rintik. Langit dan bumi menyatu lewat tangisan yang membawa rahmat Illahi. Namun tangisan dari langit, akhirnya mereda. Meninggalkan basah di atas rerumputan, menghapus debu, menghadirkan udara segar. Bersyukurlah, nikmat ALLAH tak terhingga.
Selama perjalanan mengelilingi sungai kapuas yang dimulai dari taman alun-alun kapuas, hingga jembatan tol, saya antusias melihat pemandangan di tepian sungai kapuas dan ragam aktivitas masyarakat sore itu.
Ada yang mandi, mencuci baju, sekadar duduk-duduk, memancing, bermain layang-layang, dan menikmati kuliner di tepian sungai kapuas. Serta tim yang berlatih dayung sampan. Semua saya saksikan dari atas kapal yang saya naiki dengan membayar Rp 10.000 ditambah segelas capuccino panas, totalnya 20.000,- Lumayan kaget, tapi tidak apalah, sekali-kali.
Sudah lama ingin menaikinya, akhirnya kesampaian juga.















Busana : Distro Muslim Focsleppi
Ketika keretaku tak datang lagi
Menjeput cintaku yan telah lama mati
Seperti layaknya bintang tak bersinar
Namun aku masih tetap tersenyum

Ketika kekasihku menginggalkan aku
Ku tak tahu kemana dia telah pergi
Tak tersentuh, tak terjamah, tak kudengar lagi
Namun aku masih menikmati hidup

Ketika keretaku telah datang kembali
Membawa cintaku tertera di dasar hati
Menawarkan kepedihan di antara tawa
Namun aku masih tetap tersenyum

Unknown

2 comments:

www.sangfajar.com said...

mantap

Negeri di Awan said...

Terima kasih kunjungannya :)

Instagram