Pulang

Kring.. Kring.. Kring ..(telephone berbunyi) "Assalamu'alaikum Ummi, ini kakak, besok kakak pulang ke Putussibau. Ummi jangan lupa kerupuk basahnya ya " (makanan khas kab. Kapuas hulu). Suara Nabila yang ternyata sudah tiba di Pontianak. Nabila kuliah di Bogor. Lama tidak pulang, ini tahun terakhir ia jadi mahasiswi. Sedang menyusun skripsi. Selain itu ketua MAPALA. Dia sosok yang ceria, dan bersemangat. Adalah untuk pertama kalinya ia pulang. Ummi senang sekali mendengarnya, entah dapat energi dari mana Ummi sendirilah yang mengolah kerupuk basah. Puteri sulung berhijab yang dirindukan, akhirnya lebaran ini pulang. "ALLAAAHUAKBAR ... ALLAAHUAKBAR.. ALLAAHUAKBAR.. LAA ILAAHA ILLALLAAHU ALAAHU AKBAR.. ALLAAHUAKBAR WA LILLAHIL HAMD". Usai melaksanakan sholat Ied, kami sekeluarga menuju rumah Mak Long (saudara papa yang paling tua). Berkumpul di sana, bersalaman, berma'afan. Kalau tidak hari-hari spesial, agak susah untuk mengumpulkan keluarga besar ini. Rinai hujan turut memberikan nuansa sejuk di hari fitri. Semuanya sudah pada datang. Tinggal paman uda dan isterinya. Belum lama ada telephone masuk. Mohon ma'af nggak bisa datang, karena keponakannya Nabila meninggal kecelakaan maut jam 03.00 WIB. Yang mengangkat telephone mak long. Namun, aku melihat ada wajah kekhawatiran... Dan akhirnya aku tahu. Innalillahi wa innailaihi raajiuun... Allah mungkin ini yang terbaik buat saudariku. Aku belum pernah bertemu dengannya. Namun, aku baru tahu kalau ia adalah keluargaku. Dia adalah keponakan dari ipar papaku. Semoga Allah memberi tempat terindah untukmu. "Bang cepat bang, ntar nggak terkejar sholat iednya", kata Nabila dengan agak sedikit khawatir gak bisa ngikutin sholat Ied. Supir taxi itu adalah sepupunya. Penumpang lainnya juga keluarga semua. "Iya, iya." Sopir taxi sebenarnya dalam kondisi lelah dan mengantuk. Namun, ia tetap melayani permintaan sepupunya. Akhirnya.. Mobil tersebut jatuh ke jurang dan masuk ke dalam air. Masing-masing menyelamatkan diri. Bahkan si sopir juga membantu penumpang lainnya. Malam itu gelap, air yang mengalir cukup deras. Sehingga walaupun tidak dalam, sulit untuk menyelamatkan diri. "Nabila, Nabila!." Teriak sopir. Ia pun berusaha menyelam kembali. Namun, apa daya melawan kekuatan Allah. Gelapnya malam, dan derasnya air. Adalah rimba yang Allah ciptakan. Pernahkan mendengar hukum rimba?. Terus mencari, berenang ke sana - ke mari tak kunjung jua ditemukan. Di dalam mobil, Nabila tertidur dalam ikatan sabuk pengaman. Karena memang sebelumnya ia terlalu lelah. Dan memasang sabuk pengaman. Pun ketika mobil menabrak apa saja di sekitarnya, ia pingsan. Sehingga jatuh ke dalam air, tak sadarkan diri untuk selamanya. Mungkin ini sudah janjiNYA dengan Sang Pencipta... Kita tidak tahu dengan cara apa kita sakratul maut .. Namun tetaplah berusaha dan berdo'a agar kita termasuk salah satu hambaNYA yang mendapatkan khusnul khotimah. Semoga syahid...

Unknown

2 comments:

Insinyur Pikun said...

Assalamu'alaikum...
Waw awal baca blog ini tadi di Rumahku Syurgaku dan beberapa tulisan lain. Asik dan ceria. Pas masuk sini aku kira lanjutan soal kuliah...tapi... Innalillahi wa inailahi roji'un... meskipun gak ada kata-kata kesedihan disana, tapi suasana kesedihannya dapat banget. Karena ini ada di label karya... ini sebuah karya fiksi atau...

Negeri di Awan said...

karya nyata

Instagram