BAHAGIANYA SILATURRAHIM DI HARI RAYA IDUL FITRI 1434 HIJRIYAH

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Hai sahabat hujan apa kabar iman? 

Waktu terus berputar dan akhirnya memisahkan kita dengan bulan ramadhan.. Mudah-mudahan segala amalan kita diterima di sisi Allah dan ibadah di bulan yang suci nan mulia, membentuk kita menjadi pribadi yang kuat... "Karena Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dari pada lemah..".

Selamat jalan ramadhan... 
Rasa sedih tak ingin kuberpisah denganmu yaa Ramadhan.
Rindu.. rindu.. rindu ... setiap habis Ramadhan..
daku hanya bisa berharap kita bertemu lagi di ramadhan yang kan datang
di ramadhan yang kan datang...
Aamiin....
(Syair Kerinduan, Nurhijriyah Voice).

Allaahuakbar.. Allaahuakbar .. Allaahuakbar.. Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar.. Allaahuakbar wa lillahil hamd!!!.... 
Tangis haru mengumandangkan takbir di hari kemenangan..
bersyukur atas segala nikmat dari Engkau Tuhanku
Alhamdulillah.. tahun ini daku dapat berkumpul dengan ayah dan bunda,
juga adik kakak serta keponakan-keponakanku yang tercinta.. 
Terima kasih atas riski yang kau limpahkan kepada kami.. 
baik itu secara materiil mau pun non materiil
Maka nikmatmu yang manakah lagi, yang kan kami dustakan? (Q.S. Ar-Rahmaan).
Terima kasih Ayah bunda... Terima kasih Wahai Tuhanku...
(Puisi Rasa Syukur, Nurhijriyah Sastra Maharani).

Rinai gerimis menyambut hari pertama di bulan syawal. Ba'da subuh diriku mencuci piring. Kata mama nyuci piringnya habis dari idul fitri aja... aku nggak mau. Karena ntar habis idul fitri kita diserbuin tetangga dan keluarga, takutnya ntar ga sempat. 
Keputusan sidang itsbat semalam yang di sampaikan oleh Kementerian Agama bahwa hilal telah dilihat dari beberapa titik. Sedangkan Jama'ah Muhammdiyyah tahun ini sudah menetapkan tangga 8 Agustus 2013 M sebagai hari kemenangan. Allaahuakbar wa lillahil hamd!!! Akhirnya pemerintah dan jama'ah Muhammdiyyah dan jama'ah-jama'ah lainnya serempak tahun ini.
Sedangkan mama dan papa malam sebelumnya sudah memasak, aku juga sibuk membantu sebisaku. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini lebih banyak makanan impor, seperti Lontong dan sate kita mengimpor dari bi Murni, dodol dari istri sepupuku, lapis surabaya dari sepupuku Alona imra, kerupuk basah dari keluarga juga, serta kue-kue kering yang diimpor dari adikku. Maklum aku dan mamaku sama-sama wanita karier, ketika libur bersih-bersih rumah. Adapun masakan sendiri adalah rendang sapi, sop sapi, ayam goreng, ketupat, dan sayur.
Kue-kue keringnya ada lidah kucing, nastar, kastengel, kue ulat bulu, dan masih banyak lagi. Juga ada sebangsa cemilan lauk merauke, peyek, kacang-kacangan, dst. Minuman biasa aja air mineral gelas, minuman bersoda, air soya, air cincau, kalengan, minuman anak-anak.
Selesai sholat eid, kami terlebih dahulu berkunjung ke rumah keluaga sebelah mama. Menuju rumah nenek di dekat masjid nurul iman, lebaran tahun ini tanpa kakek tercinta. Berma'af-ma'afan, berbagi kebahagiaan, kumpul semua mulai dari anak, cucu, menantu, icit merayakan hari yang fitri. Tak ketinggalan acara makan-makannya. Di rumah nenek tersedia lontong, sop ayam, sop sapi, dan berbagai jenis hidangan raya lainnya. Saya memilih sop sapi sebagai teman makan lontong, sedikit saja karena setelah ini mesti makan ke rumah saudara papa yang tertua. Kami pergi ke sana, mama papa, aku dan ke tiga adikku wawan, a'au, kiki, serta ke dua saudaraku yang dah menikah beserta keluarga mereka. Lengkap sudah kebahagiaan  di hati. Di rumah mak long kami makan lontong yang dibumbui dengan sambal kacang disirami sayur nangka dan ayam goreng.. hmmm.. yummi. Serta sambal dan kerupuk. Perut kenyang hatipun senang. Setelah dari rumah mak long kami mengunjungi keluarga lainnya yang dah sepuh dan pulang ke rumah agak siang hari. Aku mengirim kabar kepada teman sekantor aku, kalau aku sudah di rumah. Aku menyiapkan kerupuk basah saja. Terima kasih dah berkunjung.
Di hari ke tiga raya teman papa dan istrinya membawakan bakso sapi kira-kira 1 kilo, bumbu siap pakai, mie, sayur, tinggal panasin aja, dan bumbu dicampur dengan sop sapi. Ga ada makan nasi di hari raya, ini sudah kebiasaan aku. Hari pertama, ke dua, ke tiga, ke empat, Alhamdulillah bisa juga kaki ini melangkah ke rumah tetangga, diberi kesehatan untuk bersilaturrahim serta mengunjungi keluarga dan berkumpul bareng aktivis halaqoh di hari ke 4 akhir liburan raya, tanpa rencana kami pergi ke taman wisata mupa kencana. Dapat berbagi dengan sesama, maka nikmatMU yang mana kah lagi yang kan kami dustakan?. Happy Eid Mubarak 1434 Hijriyah...
gambarunic.co


Bila Idul Fitri adalah telaga kesucian, izinkanlah kami membasuhnya dengan maaf sepenuh jiwa, agar kesejukannya menembus ruh fitrah dari selaksa khilaf. Nurhijria maharani & keluarga mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Taqabalallaahu minna wa minkum taqabbal yaa kariim. Minal 'aidin wal faizin. Semoga Allah menerima amal ibadah Ramadhan kita. Semoga kita termasuk golongan yang kembali pada fitrah dan termasuk golongan yang meraih kemenangan.
(Nurhijria maharani, 16 Agustus 2013 ).
Memoar Idul Fitri 1434 Hijriyah



Berlebaran ke rumah Uju (saudara mama) 

Bakso favoritku :)


Sambal Bajak Ala Koki Ria

Rumahku Syurgaku

Taman bunga di teras belakang rumah

Ta'jil ketika ramadhan di rumah kontrakan kakak sulung

Spontaneous Traveller







Unknown

2 comments:

Wahyu Alfiansyah said...

sepertinya Hari Raya Ukhti Ria lebih bahagia dan bermakna daripada saya ^^'

Nurhijria maharani said...

Iya akhi wahyu.. bahagia itu pilihan :D

Instagram