Saat Rinai Gerimis



Aku ingin pergi, berlari mengejar mimpi. Meraih apa yang kuinginkan. Mencoba tuk menulikan telinga akan suara-suara pesimis di dalam ruang jiwa. Seolah-olah aku hanya menganggapnya angin lalu saja. Bukankah hidup untuk yang Maha Hidup?. Maka gunakan waktu yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, dan orang lain. Curahkan segala fikiran untuk kejayaan Islam. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.

Saat matahari tenggelam... bumi seakan-akan padam. Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang jelas pertanda bahwa sesungguhnya kebesaran Allah dapat dilihat pada waktu siang dan malam. Namun kadang kala kita terlarut oleh urusan duniawi sehingga tidak terasa akan keagungan Allah.

Di malam hari aku menikmati hujan yang turun dari atas langit. Menatap sahabatku dari balik kaca jendela kamar tidur yang terpasang teralis besi berukiran kupu-kupu berwarna jingga. Kubiarkan jendela kamarku terbuka, angin malam dan udara segar memenuhi ruang kamarku. Fitrahnya hujan menghadirkan sensasi sejuk dan dingin. Seperti fitrahnya bunga malu kalau disentuh lalu terkatup.


Nurhijria Maharani
Dan mungkin aku hanyalah ilalang di antara akasia.








Unknown

4 comments:

nuyui a.k.a miss YUI said...

=)

Nurhijria maharani said...

=) Terima kasih atas kunjungannya friend ^^

Wahyu Alfiansyah said...

Terkadang aku hanya ingin bermimpi, mimpi yg indah dan tak terbangun.. namun ku tak bisa.. hidup adalah realita :(

Nurhijria maharani said...

:)

Instagram