Teka-Teki Putri Tidur


Pada zaman dahulu kala ada seorang puteri yang dikenal sebagai Putri tidur.. Yupz sesuai dengan namanya, sang putri amat senang tidur… Sehingga sang raja merasa prihatin dengan sang putri bungsu… Karena ia sering sekali ditemui tidur pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Sehingga sang raja pun berbincang mengenai Putrinya dengan sang permaisuri yang cantik dan sholehah…
Raja: “Permaisuri, bagaimana dengan puteri kita yang sering kedapatan tidur, di sekolah keputerian, di kelas tahsin, di kelas ilmu politik, dan juga di kelas desainer dan di tempat-tempat dan waktu yang tidak tepat.
Permaisuri: “Ini masalah serius Rajaku…. Kita perlu mengetahui penyebabnya, adakah ini suatu penyakit atau apakah pertanda kemalasan?”…
Raja: “Benar permaisuriku, kita perlu mengetahuinya, saya akan mengadakan sayembara untuk menemukan solusi mengenai puteri kita”.
Maka ke esokan harinya sang raja pun mengutus pengawal untuk mengumumkan kepada rakyat kerajaan hijau…
SAYEMBARA
Puteri Raihana binti Muhammad umam sering banget tidur pada waktu dan tempat yang tidak tepat, oleh karenanya raja Muhammad umam mengadakan SAYEMBARA yang terbuka untuk semua kalangan. Hadiahnya berupa naik haji.
Maka berbondong-bondong rakyat kerajaan hijau mendatangi istana hijau. Mulai dari pak tani, tukang jahit, penyair, penyanyi, semua datang hingga pelajar.
Satu persatu membawa obat penawar. Namun tidak mempan sang puteri yang memiliki bola mata kehijau-hijauan, berkulit putih, dan menggunakan jilbab ini pun masih belum juga hilang kebiasaannya…
Hingga datanglah seorang pemuda dari negeri seberang, negeri merah. Ah sebenarnya ia tidak ada maksud mengikuti SAYEMBARA… hanya saja ia membawa surat rahasia yang ia tidak tahu- menahu tentang isi surat itu. Ia hanya menjalankan amanah dari sang ayahndanya.. yang kebetulan tahu permasalahan yang dihadapi istana hijau. Ups! Ternyata pangeran yang bernama Mujahidin ini baru saja pulang menyelesaikan kuliahnya di Kairo…
Ini adalah isi suratnya..
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wahai sahabat lamaku, lama tak berkabar… saya mendengar tentang putri anda yang sedang mendapatkan ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala… putri tidur diwaktu dan tempat yang tak tepat… Sudikah saya membantumu? Saya akan mengutuskan pangeran semata wayang saya untuk memecahkan sayembara tersebut… Pabila pangeranku dapat menemukan solusinya, maka sudikah pangeranku kau nikahkan kepada putrimu?
Tersenyum sekaligus berdebar … sang baginda raja membaca isi surat tersebut.. Dalam hatinya “yang mau dilamar itu siapa?” yaa namanya jua putri bungsu senang sekaligus berdebar apakah sang pangeran yang tiba ba’da dzuhur tadi menggunakan kuda putih cokelat keemas-emasan ini bisa mendapatkan solusinya. Padahal sang raja pun ingin sekali bermantukan pangeran yang dikenal cerdas, tampan, namun tetap rendaah hati ini.. Setelah ishoma alias istirahat sholat makan mandi, sang pangeran pun bertemu sang raja sekaligus berniat berpamitan untuk pulang. Pangeran yang belum tahu isi surat dan belum bertemu dengan putri Raihana teman semasa kecilnya ini tentu saja bujur arus. Sebenarnya dalam hatinya bertanya-tanya, “kenapa sih abi, memang tak ada orang lain yang dipercaya”… ckckckck…. Sebenarnya berat hati ia melangkahkan kaki ke istana ini. Karena saudari-saudari perempuannya sering menggodanya dengan putri Raihana. Baginya jatuh cinta itu setelah menikah nanti… tentu saja ada rasa, itu fitrah. Rasa malulah yang membuat hatinya berat, meskipun Raihana tak tahu kalau ia sering digoda-godain kakaknya. Dalam hatinya semoga saja tak bertemu Putri Raihana pada selama di istana, itu sebabnya tadi setelah sukses tidak bertemu pada saat makan siang di istana hijau ia bergegas pulang… Selain ia memikirkan amanah-amanah lain yang banyak di istana merah.
Maksud hati ingin pamitan pulang eh ternyata sang raja mengajaknya melihat proyek baru istana hijau sekaligus bermalam disekolah putra rakyat untuk menjadi pembicara. Sang pangeran pun tak bisa menolak, yang penting saya tidak bertemu dengan putri dalam hatinya. Makan malamnya sang raja menjemput pangeran dengan alasan rindu sudah lama tak bersua, eng ing eng… dimakan malam ini sang pangeran bertemu tuan putri, masih cantik tapi agak sedikit gemuk. Tuan putri makannya banyak sekali… sang pangeran yang berhadapan dengan meja sang putri tak sengaja melihat tuan putri. Lho tuan putri menguap. Sang ayah sengaja mengajak tuan putri sekaligus ikut serta mengantarkan pangeran ke sekolah rakyat. Karena pangeran tak mau tidur di istana. Sepanjang perjalanan sang putri tertidur. Dengan hati-hati sang pangeran berkata kepada sang raja agar tak menyinggung perasaan sang raja.
Pangeran: “Wahai raja, ma’afkan saya.. bolehkan saya mengatakan suatu hal penting?, namun ma’af pabila kiranya saya lancang”…
Raja: “Silahkan ananda, bukankah ayah kau dan saya adalah sahabat lama yang baik?, katakan apa yang ingin kau katakan pangeran Mujahidin..”.
Pangeran: “Ananda melihat sekarang, putri Raihana tidak selincah dan seceriwis dulu, bahkan sekarang ia sering mengantuk dan tertidur.. bukankah terlalu awal? Apakah karena padatnya aktivitas? Wahai raja?”.
Raja: (tersenyum)…. Sudah tahulah raja dan segera menyadari kekhilafan mereka selama ini… namun ia tetap menjawab pertanyaan sang pangeran, “tidak pangeran anakku…, tapi tahukah engkau penyebabnya?“
Pangeran: “ma’afkan ananda, tuan putri ini terlalu banyak makan. Makan yang terlalu banyak tak dibarengi dengan aktifitas yang lumayan memakan energy akan membuat kita bermalas-malasan. Makan dan minumlah secukupnya, sebagaimana dalam sabda baginda nabi Muhammad saw.

 عن المقدام بن معدي كرب أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال
( ما ملأ ابن آدم وعاء شرا من بطنه حسب المرء أكلات يقمن صلبه فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه )
: ورواه ابن حبان ( 1349 موارد ) والحاكم ( 4 / 121 ) والمصنف في المعجم الكبير ( ج 20 رقم 645 ) وتقدم ( 1375 و1376 )
“Tidaklah anak turun Adam memenuhi wadah yang lebih jelek dibandingkan perut.JIka ia harus memenuhi nya, maka hendaknya sepertiga untuk makanan,sepertiga untuk minuman,sepertiga untuk bernafas”
Dan juga telah Allah sampaikan dalam ayat-ayat cintaNYA
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidaklah menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.Al A’raf: 31
Maka terpecahlah teka-teki ini… Sang pangeran pun diangkat menjadi menantu sang raja yang baik hatinya…


Karyaku ini juga dimuat oleh sahabat blogger saya di sini

Unknown

6 comments:

Wahyu Alfiansyah said...

^^ bahasanya tingkat gaul nih..
Ada juga cerita puteri versi Islam, siapa ya pengarangnya??

Ria de little star said...

kalau cerita di atas pengarangnya Nurhijria Maharani :)

Ria de little star said...

saya masih belajar menulis...

Wahyu Alfiansyah said...

Ciyus?? bagus nih, kapan2 mau ku share di blogq boleh ya.. ^^

Ria de little star said...

Ciyuss.. ^___^. boleh-boleh.. silah kan Wahyu :)

Wahyu Alfiansyah said...

Sudah saya posting mbak, silahkan dilihat ^^

Instagram