Rumahku Syurgaku



“Assalamu’alaykum”, sapa saya meskipun tak ada orang di dalam rumah. Karena saudari kembar saya sedang mengajar di TPA Al-Mumtaz Almustawa. Dari kecil Ummi selalu mengajarkan kepada kami untuk mengucapkan salam sebelum masuk rumah meskipun tak ada orang di dalamnya. Karena, kata Ummi ada penghuni lain yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Sedangkan saya bekerja di instansi pemerintah sebagai tenaga honorer, hari ini hari sabtu. Jadi saya tidak bekerja. Saya baru saja pulang dari taman wisata MUPA. Ya, tempat wisata yang baru saja dibangun. Di dalamnya terdapat permainan kano, bebek engkol, saung, dan kafe, serta permainan menarik lainnya.
Rumah kami letaknya memang cukup jauh dari kota yang dikenal dengan makanan khasnya kerupuk basah. Sekilas mirip dengan PemPek Palembang, namun cita rasanya berbeda. Hanya saja bahan dasarnya sama terbuat dari ikan. Cara menyantapnya juga berbeda, kalau kerupuk basah ini tidak memakai kuah seperti halnya Pempek Palembang, namun ia ditemani saos kacang yang pedasnya sesuai selera masing-masing.
Setiba di dalam saya segera menuju ke dalam kamar yang bercat biru laut, memiliki jendela dengan pemandangan apotik hidup nan hijau, oiya jendela saya bertiraikan katun yang dijahit saudari kembar saya. Kamar saya ini berisi satu buah tempat tidur dengan sprei berwarna merah maroon bermotif polcadot orange, bantal, dan guling pun warna serupa. Begitu juga dengan selimutnya. Kemudian ada meja belajar yang berwarna biru toska dilengkapi laptop berwarna hitam, dan buku-buku koleksi saya. Kebanyakan buku novel remaja dan anak-anak, yang lainnya buku manajemen qalbu Aa Gym dan sisanya macam-macam. Sebenarnya fungsi laptop ini hanyalah untuk main games, karena pekerjaan saya sudah saya selesaikan di kantor, paling-paling ya buat facebookan, twitter-an, salingsapa, smaboy, nge-blog, browsing, surfing, hunting gambar, save photo, dan buat cerpen. Ya, intinya hanya buat bersenang-senang. Di depan tempat tidur saya bantal guling bau kesing… eh itu mah lagu.. Hehehehe… bercanda koq, sumpe dech gw udah nggak ngompol lagi.. hihihi… ada sebuah lemari kayu, di mana di dalamnya terdapat pakaian-pakaian harian, kerja, jalan-jalan, pesta, pengajian, dll. Kebanyakan pakaian saya dijahit oleh saudari kembar saya. Yang terdiri atas rok, celana kulot, dress, abaya, gamis, blazer, blouse, t-shirt, cardigan, jilbab, pashmina, scarft, kerudung instan. Bahannya pun beraneka ragam, ada yang terbuat dari satin, sifon, katun, kaos, sutera, songket, dll. Motifnya juga beraneka ragam, ada yang batik, bunga, polos (polos mah bukan motif:), bintang, daun-daun, buah-buahan, polkadot, biji bunga matahari, pete, dll. Wah wah wah, dari tadi teh dll, pisan. Warnanya juga beragam dari sabang sampai merauke… lagi-lagi teh … Piss dech ah…Ada warna merah maroon, hijau botol, merah cabe rawit, biru toska, ungu, gold, hitam, putih kudu ada, dll. Selain itu juga ada kotak yang menyimpan segala pernik jilbab, yakni jarum pentul, peniti, bross. Juga dalaman jilbab yang terdiri dari warna yang berbeda pula. Terakhir kaos kaki yang bersih. Kebiasaan saya di kamar adalah baca buku di lantai yang beralaskan permadani dengan bantal. Terdapat pula kipas angin, nah kebiasaan lain pula sepulang dari berpergian saya mengangin-anginkan rambut saya yang hitam panjang, dan tebal. Karena di luar saya pakai jilbab. Yang terlihat hanyalah muka dan telapak tangan, sedangkan kaki saya tutup dengan kaos kaki. Sebagaimana dalam firman Allah swt. “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya dan menutup kain kerudung ke dadanya. Janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau anak-anak mereka.” (Q.S. An-Nur : Ayat 31).
Di kamarku juga terdapat lemari pendingin berukuran kecil yang kubeli sendiri, di dalamnya terdapat minuman kotak seperti, teh, susu, kacang hijau, soya, sari buah-buahan segar, serta makanan pengganjal perut. Ada roti, makanan ringan, buah-buahan segar, pop corn, cokelat, sereal, biscuit, agar-agar, puding, cake, lapis belacan, keju, selai, mayones, kentang siap goreng, roti untuk burger, timun, tomat, sawi, daging untuk burger, saos, dll. Saya juga menyimpan sebotol madu di dalamnya, dan 3 botol air mineral ukuran 2 liter.
Sedangkan diantara lemari pakaian, juga terdapat televisi lcd, karena saya senang sekali menonton, seperti kebanyakan orang Indonesia. (kaya’ hotel wae’)…
Abi dan Ummi sedang pergi umrah, lepas umrah mereka singgah sebentar ke tempat keluarga Abi yang menetap di kota Bandar Seri Begawan. Jadi, tinggal saya berdua dengan adik saya. Ya saya kakak, dan dia adik.
Nama saya: Nida binti Hud
Tetala: Putussibau, 05-09-1989
Hobi saya: membaca, nulis, nge-blog, games, berorganisasi dan travelling.
Pekerjaan saya: Honorer
Aktifitas saya: pengajian, kerja, nulis blog, tiduran, makan, nonton kartun, dan ngejahilin kembaran saya
Kebiasaan saya: Tidur jam 8 malam teng, nge-teh pake es, singgah ke tempat tetangga dulu baru pulang.
Karakter saya: mudah bergaul, ceria, cerdas dan suka dipuji, namun kadang-kadang suka tulalit, dan lola…
Nama Kembaran saya: Nada binti Hud
Tetala: sama denga di atas
Hobi: menjahit, membuat baju, dan berbisnis.
Pekerjaan: mengajar TPA, berbisnis, dan menerima pesanan jahit.
Aktifitas: pengajian, mengajar dan berbisnis.
Kebiasaan: tidur setelah pekerjaan rumah beres.
Karakter: disiplin, dan tegas.
Kami tidak sekamar, Nada memiliki kamar yang sama luasnya dengan saya, hanya saja catnya yang berbeda. Kamar nada berwarna hijau. Tidak memiliki meja belajar, tetapi mesin jahit, dan lemari pakaian khusus menerima pesanan jahit. Meja belajarku adalah meja belajarnya juga. Di kamar Nada juga terdapat rak khusus menyimpan majalah busana. Kami berdua sama-sama senang mengikuti ormas.
Jadi di rumahku terdiri dari 2 kamar anak, dan 1 kamar tidur utama yang bercat warna gold. Saya senang berada di kamar ummi dan abi karena terdapat air conditionernya. Ruang tamu kami tidak terlalu banyak perabotan, karena kami mengonsep rumah kami sebagai minimalis modern. Begitu pula ruang keluarga, hanya satu set sofa, dan televisi ramping. Ruang makan berbatasan dengan ruang tamu, di sini kami sering berkumpul. Dapurnya juga abi konsep minimalis modern. Kamar mandi terdapat 2, 1 letaknya di kamar utama, dan satunya lagi antara kamar saya dan Nada. Juga terdapat ruang cuci, keran air wudhu dan musholla. Bagiku rumahku syurgaku, halaman rumah yang menghijau, mencegah dari polusi udara.
Waktu menunjukkan pukul 17.15 wib. Nada tiba di rumah di saat saya sudah fresh dan bersantai-santai di teras rumah. “Assalamu’alaykum”, katanya. “Wa’alaykum salam”, balasku. “Gimana kabarnya hari ini adinda?”, tanyaku. “Alhamdulillah baik kakakku, hanya saja saya diamanahi oleh ketua TPA sebagai bendahara, jadi mulai esok saya dah jadi bendahara”, kata Nada agak lesu. “Ya bagus itu, jadikan pengalaman”, kata saya. “Ya kak, saya mandi dulu”, Nada masuk ke dalam rumah dan bergegas mandi. Kami berdua sholat berjama’ah, alma’tsurat, tilawah hingga Isya, kemudian sudah tradisi malam minggu kami makan di luar.

Syukran :)
http://fc00.deviantart.net/fs70/i/2012/050/5/f/fairytale_muslimah_princesses_by_lovableluma-d4q827y.jpg
NANTIKAN KELANJUTANNYA

Unknown

10 comments:

Penenang Hati said...

baitijannati,,,
q suka,,,

twinkle-twinkle little star said...

Terima kasih, terima kasih :D ALHAMDULILLAH

Nurul Hidayah said...

ALhamdulillah.. senang sekali membaca entry ini, sambil membaca sambil membayangkan ruang2 juga perabotan yang diceritakan.. jadi bintang kecil ini namanya Nida :D, sabar menantikaan kelanjutannya.

twinkle-twinkle little star said...

korang senang saye juga senang :) ...ALhamdulillah.. Saye ucapkan terima kasih puan Nurul mau bersabar... :)

Nurul Hidayah said...

Sabarkan separuh dari iman :P hehee

twinkle-twinkle little star said...

betul... betul..betul .. :D

f4dLy :) said...

Memang betul... kita harus mengucapkan salam ketika masuk tak peduli apakah ada orang atau tidak

twinkle-twinkle little star said...

Iya Fadly, terima kasih untuk komennya :)

Piet said...

Like it :)

Nurhijria maharani said...

thank you :)

Instagram