Perjalanan Cinta

Cinta Pertama
Hai namaku Nabila... aku kelas 3 SD, namun kecil-kecil begini aku sudah pandai menyukai lawan jenis.. Secara aku cantik, cerdas, putih, manis, dan gaul dan ini yang disebut dewasa sebelum waktunya yaa... ^___^ Okey, aku menyukai teman sekelasku. Namanya Arif, orangnya ganteng, putih, cerdas, dan lucu. Ia duduk tepat di belakang bangku ku. Ia sering banget ngejahilin aku. Pernah satu kali ketika aku lupa ngerjain PR (main gak lupa), ia senang banget karena yang ngerjain PR boleh mencubit lengan yang nggak ngerjain PR. Pas giliran aku, dia sambil nyengir dan biasa nyeletuk, aku pun menangis.. cinta dalam hati saja.

Cinta Kedua, cinta monyet...
Aku dan tetanggaku Laila suka banget jalan-jalan, aku kelas 1 SMP, dia kelas 6 SD. Mungkin kami lebih tahu seluk-beluk kota Cinta dibanding duta pariwisata, sampai jalan tikuspun. Hehehe. Oiya, menyambut tahun baru Islam kami menuju kota Sayang, nah di sini rupanya ada keramian dalam menyambut tahun baru Islam. Oiya perkenalkan Laila sahabatku adalah gadis keturunan Muslim Tionghoa, jelas ia cantik, putih, bermata sipit seperti umumnya orang Cina dan berbadan jangkung. Dia anaknya pinter, dan juga melankolis. Namun asyik juga diajak berteman, karena di samping melankolis ia kekanak-kanakan. Tibanya kami di kota Sayang berbagai lomba telah dimulai. Kami hanya berpartisipasi sebagai penonton. Laila mengajakku melihat anak-anak seumuran kami lomba makan kerupuk. Laila menggoda temannya, "huu malu kalah..." karena lawan temannya sudah hampir habis. Ternyata, teman yang digodanya adalah teman satu sekolahan. "Ganteng banget", kataku dalam hati... Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Keesokannya di TPA KASIH SAYANG, teman-temannya menyampaikan salamnya kepadaku. Hatiku pun berbunga-bunga. Namun setelah tahu aku sudah SMP, kita nggak jalan.

Cinta ke Tiga, cinta satu sekolahan..
Aku memilih sekolah di SMU Al-Azhar, karena kurasa ada harapan masa depan gemilang di sana, persahabatan, cinta, dan cita-cita. Salah satunya asa ingin menjadi seorang muslimah sejati. Yaa di sini aku belajar dengan sungguh-sungguh, tanpa ada beban, dan fokus meraih prestasi, sehingga aku keluar menjadi sang juara. Ya, aku selalu menjadi bintang yang bersinar di mana pun aku berada. Selain itu aku aktif menjadi bagian pengurus kelas, dan bergabung dengan OSIS, ROHIS, serta Ormas lainnya. Di sini hatiku mulai dimanajemen. Ternyata ada cinta yang lebih mahal dari selama ini yang kumiliki, yakni Cinta Illahi. Yang namanya manusia tak lepas dari fitrahnya, rasa cinta pasti ada pada mahluk yang bernyawa.. sejak dulu hingga nanti kan abadi selamanya.. tak kan hilang satu masa hingga akhir hayat nanti, renungkanlah ...  seorang lelaki yang sedang beranjak remaja, ya dia pandai mengaji, suaranya merdu.. aku pun langsung jatuh hati kepadanya. Ternyata teman akrab aku pun mencintai dia juga. Sebenarnya sih sama-sama cinta monyet. Aku pun mengalah untuk menang... Ternyata dua-duanya tidak mendapatkan dia. Itu tandanya Allah sayang kepada aku dan sahabatku Sasa. Allah tak ingin kami berdua tergelincir ke dalam lembah kenistaan. Sahabatku Sasa adalah seorang anak yang amat Supel, Lincah, dan masuk tim basket sebagai pemain inti yang sering menjuarai lomba basket antar SMU di kota Cinta.

Cinta ke Empat, jantungku berdegup kencang di JTC
Ya! Di tengah-tengah kesibukan amanah-amanahku sebagai redaktur Mading sekolah, aku juga masuk JTC (Junior Taekwondo Club). Di sini aku mulai mendapat teman baru. Ada seorang yang menarik perhatian aku, di samping keren, ganteng, dan jagoan pula.. Ehem.. jangan salah faham. Sebenarnya yang suka dia teman aku... Aku diminta mengirimkan surat cinta. Namun sayang, aku gak nyampain, karena entah kenapa kalau di dekatnya jantungku berdegup kencang... oh inikah rasanya cinta...oh inikah cinta.. cinta pada jumpa pertama...

Cinta ke Lima, CLBK
Cinta lama bersemi kembali... ini yang ku alami setelah lama tidak bertemu dia. Ya dia adalah Hud, teman satu SMU ku yang sangat berprestasi di dalam maupun luar kelas. Namun dia telah Allah jodohkan dengan teman sekampusnya.. Ya tak selamanya ending cerita itu menyenangkan... Hadapi dengan senyuman

Cinta terakhir
Mungkin saja ini cinta terakhirku.. aku tak bisa berpaling dari senyumannya yang manis... Namun Astaghfirullahal 'adziiim.. Bila dia jodohku semoga Allah mempermudahkan proses ini. Aku tak berani berharap lebih, selain kepada Sang Pemilik Hati... Bila ia bukan jodohku, seberapa besarpun usahaku tak kan mampu melawan apa yang sudah ditentukan oleh ALLAH.
Allah sengaja mempertemukan ku dengan orang yang salah, berkali-kali, supaya aku dapat mensyukurinya...

Cinta... Semenjak itu aku berhati-hati dengan hati.. cukuplah sudah Perjalanan Cinta ini.. Nanti atas ijin Allah akan kupersembahkan kepada yang haknya.. Cinta milikNYA...
Dan bila tiba saatnya nanti akan kusambut penuh suka cita "SELAMAT DATANG CINTA"



Unknown

2 comments:

Huda said...

Oh ternyata dimana aja cinta monyet tetap ada, sampai kini pun tak kusadari. Dulu ada cewek disekolah yg selalu senyum jika melihatku dan sesekali curi2 pandang kearahku, dibenakku: ini cewek tingkahnya kok aneh apa ada yg salah dg penampilanku, jika kubalas senyum spt kegirangan campur malu jadi salah tingkah. Ketika SMA cewek2 lebih agresif aku dijadikan rebutan bahkan sampai ketahuan ditegur guru agama tetep aja bandel. Pengalaman ini spt dlm cerita anime misal Naruto:Sasuke, Sailormoon: Mamoru, Wedding peach: Yosuke. Apalagi saat Valentine banjir kado.

twinkle-twinkle little star said...

belum selesai ni ceritanya :D. Makasi dech da mau komen.. tunggu sesaat lagi kelanjutannya.^___^

Instagram