Tanah dan Tulang Rusuk







Ditulis oleh Fathurrahman al Katitanji
Diambil dari Al Islamiyyah (Media Kajian dan Dakwah Univ Islam Indonesia) 
Nomor 03 tahun XVIII, Agustus 2012 
Dengan judul artikel ”Rahasia Seorang Perempuan” hlm. 37-39

Hawa tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menjadi pemimpin. Tidak pula diciptakan dari tulang kaki untuk diinjak-injak. Tidak pula diciptakan dari tulang tangan untuk dipukuli dan dianiaya. Namun, Hawa diciptakan dari tulang rusuk yang mengelilingi hati untuk dicintai dan disayangi. Bukankah perempuan itu ingin dimengerti? Iya, itulah sifat perempuan yang cenderung dimilikinya, karena itulah perempuan jauh lebih besar perasaannya jika dibandingkan dengan laki-laki yang cenderung lebih mendahulukan akal daripada rasa itu sendiri. 

Adam diciptakan dari tanah dan Hawa diciptakan dari tulang rusuk yang mengelilingi hati laki-laki. Itu adalah isyarat yang sangat indah tentang peran yang akan dilaksanakan oleh masing-masing dari laki-laki dan perempuan. Aktivitas seoarng laki-laki berhubungan dengan tanah, baik sebagai petani, pengrajin, pedagang, maupun prajurit atau pekerjaan yang keras dan membutuhkan tenaga yang ekstra. Sedangkan perempuan akan berperan sebagai istri dan ibu –dua tugas yang membutuhkan kemampuan menggunakan perasaan, seperti simpati, kasih sayang, dan cinta. Mahasuci Allah, Dzat yang Mahabijaksana, telah menentukan kadar setiap makhluk dan memberikan peran yang sangat tepat baginya. (Amru Qira’ah Jadidah wa Ru’yah Qishash al Anbiya’, hlm 149)

Wahai perempuan, berbahagialah dengan ketentuan Allah ini! Rasulullah bersabda, ”Hendaklah kalian memperlakukan perempuan dengan sebaik-baiknya karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling tinggi. Jika kamu mencoba meluruskannya, maka pasti akan patah. Namun, jika kamu membiarkan saja, maka ia akan tetap bengkok. Maka hendaklah kalian memperlakukan perempuan dengan sebaik-baiknya”. (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dalam upaya memahami hadits tersebut di atas, seorang lelaki harus menyadari bahwa ”bengkoknya” tabiat perempuan adalah fitrah dasar yang mengandung hikmah besar dan sangat diperlukan. Karena sifat bengkok itulah, perempuan dapat menyelimuti rumah tangga dengan kasih sayang, sehingga hati suami dan anak-anaknya bisa terjaga. Oleh sebab itulah, di awal dan di akhir hadits Rasulullah berwasiat agar kita dapat memperlakukan perempuan dengan baik sehingga kita mendapatkan luapan cinta dan kasih sayang. Selain itu, Rasulullah juga memberikan peringatan kita agar jangan memperlakukan perempuan dengan kekerasan dan sikap buruk. (ibid)

Hal ini bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, bahwa sebagian suami memperlakukan istri dengan keras dan kejam. Akibatnya, rasa cinta dan kasih sayang istri kepadanya menjadi hilang. Sebaliknya, ada perempuan yang memperlakukan orang lain dengan keras. Dia ingin terlihat gagah dan perkasa melebihi kaum lelaki. Dia ingin suaminya hanya menjadi ekor, sementara dia berperan sebagai pemutus kata dan pendapat. Akibatnya, naluri kasih sayangnya menjadi hilang dan dunia terasa kejam. 

Oleh karena itu, pesan saya sebagaimana yang dipesan ole guru saya, janganlah anda (perempuan) merusak rumah tangga dengan sikap seperti itu! Jagalah kebengkokan kodrat anda (perempuan) yang indah itu agar anda dapat menebarkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. (ibid)

Sudah kita ketahui bersama bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam sebelah kiri, bengkoknya tulang ini diperlukan untuk melindungi hati dari tekanan dan benturan yang keras. Jadi, tulang rusuk yang bengkok bukanlah kiasan dari bengkoknya tingkah laku perempuan. Berbeda dari pemahaman banyak orang, sifat bengkok tersebut memang dibutuhkan oleh perempuan untuk melaksanakan tugas yang sangat penting bagi suami dan anak-anaknya.
Inilah, kalau laki-laki ingin mengetahui jauh rahasia perempuan selain apa yang saya sebutkan di atas, adalah perempuan memiliki emosional yang berpengaruh sangat dalam tingkah laku dan penilaiannya atas segala sesuatu, perempuan lebih peka dan perasa daripada laki-laki. Karena itu, seorang lelaki harus berusaha untuk tidak menekan emosi perempuan dengan kekerasan dan kekuatan. Jika dia melakukannya, maka perempuan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan ketenangan bagi laki-laki. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan merasakan berbagai macam perasaan (emosi). Terkadang, ia diliputi perasaan cinta, kasih sayang, benci, aman, senang, sedih, marah, cemburu, iri, dan emosi-emosi lainnya. (Emosi) cinta misalnya, merupakan emosi yang penting dalam kehidupan kita. Cinta dan kasih sayang adalah faktor utama dalam membentuk keluarga dan meningkatkan individu-individu anggotanya agar saling membantu. Cinta dan kasih sayang mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian seorang anak. Cinta dan kasih sayang orang tua (perempuan) yang dirasakan si anak, akan menumbuhkan perasaan aman dan tentram dalam jiwanya, sehingga pribadinya bisa berkembang dengan baik dan sehat. Ia akan memiliki ikatan batin dengan keluarga secara khusus dan dengan anggora masyarakat secara umum, ikatan yang penuh cinta dan kasih sayang. (Muh. Utsman Najati, The Ultimate Psichology: Psikologi Sempurna ala Nabi, Cet. I, Bandung, Pustaka Hidayah: 2008. hlm. 79-80)

Unknown

No comments:

Instagram