SEBELUM MENIKAH


Kenapa judulnya menikah? J Saya rasa lebih menarik dibaca bila judulnya menikah… (hehehe…). Selain untuk bekal diri, motivasi diri, juga berharap postingan ini bermanfaat bagi para pembaca… J Lakukan apa yang bisa kita lakukan… Sebelum kita mengemban amanah yang lebih … lebih… lebih… lagi… J Karena banyak yang menasehatiku, kalau enggak menikah berarti tidak mengikuti sunah nabi, “ dan bukan umatku pabila tidak mengikuti sunahku…”, namun ada jua yang bilang menikah itu gak gampang lho kehidupan setelahnya… J
ayonikah.net 

1.                   LURUSKAN NIAT

Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya sebuah niat : “ Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung dengan niatnya “ (HR Muslim). Insya Allah dengan niat yang baik, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan mempermudah urusan kita di dunia dan menguntungkan pula di akhirat. Insya Allah.


2.                   PERBAIKI AMALAN KITA

Hati adalah raja, baik hatinya baik pula perbuatannya. Segala perbuatan yang kita lakukan semata-mata karena Allah maka akan dinilai sebagai ibadah. Ibadah pun harus dilakukan secara benar. Mengikuti sunah Rasulullah SAW. Maka, sebelum kita melakukan ibadah kita kudu memiliki ilmu tentang ibadah tersebut. Dengan ilmu kita akan beriman, kemudian beramal sholeh.
Mu’adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan,
العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ
“Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

3.                   OBATI PENYAKIT HATI

Buat para calon Ummi dan juga Abi, bagaimana mungkin kita akan melakukan PDKT pada seseorang yang kita idamkan sementara diri kita masih terdapat penyakit hati?. Misalnya berupa Takabbur, Egois, Norak, Galak, Iri, Licik. Sebaiknya sebelum untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, kita lihat ke dalam diri kita, lelaki baik untuk wanita baik begitu pula sebaliknya. Bila kita rasa di dalam hati kita masih ada yang mengganjal, coba periksa terlebih dulu barangkali ada penyakit hati tersebut. Obati dulu hati kita… Alangkah bahagianya bila kelak kita bersatu dalam ikatan yang suci, hati kita ini dalam keadaan bersih.  Sebelum berdakwah kita bersihkan hati kita, sebelum menulis jua kita bersihkan hati kita…  Luruskan niat kita minimal dengan membaca BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM… Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang...

Terapi Penyakit Hati Takabbur, Egois, Norak, Galak, Iri, Licik:
TAKABUR
Bahaya takabur adalah tidak akan menjadi selamat ahli surga jika di hatinya masih ada rasa iri hati walaupun hanya sebesar biji jara.
Cirinya :
-          mendustakan kebenaran
-          meremehkan orang lain
Solusinya : tawaddu (rendah diri di hadapan Allah dan rendah hati di hadapan mahluk).
Cara tawaddu :
-          jangan sombong

-          buat orang lain penting
EGOIS
Sebenarnya sifat egois untuk menyelamatkan diri sendiri adalah baik kecuali sudah menabrak hak orang lain terkorbankan.
Solusinya : senang berbagi
NORAK
Yaitu sifat ingin dilihat orang lain lebih dari kenyataannya
Solusinya : Just the way you’re
GALAK
Emosional = nafsu menyerang orang
Solusinya tegas : tidak nafsu menyerang orang
IRI
Cirinya adalah senang lihat orang lain susah, susah lihat lain senang.
LICIK
Ciri munafik : jika bicara – dusta, jika janji – tidak ditepati, jika diberi amanah – ingkar
Tips supaya tidak tengil :
-          benar
-          tidak dzalim (mengambil hak orang lain)

-          2B2L : – Berani melihat kelebihan orang lain
  • Bijak terhadap kekurangan kesalahan
  • Lupakan kebaikan kita
  • Lihat kekurangan diri

4.                   BEKALI DIRI DENGAN ILMU DUNIA DAN AKHIRAT, dan Iman di dada….

Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin dan muslimat. Begitu jua dengan ilmu rumah tangga. Zaman berubah-ubah, cara menghadapinya dengan ilmu… raihlah dunia dengan ilmu. Anak-anak zaman sekarang tentu akan berbeda pula dengan anak-anak 5 tahun yang akan datang. Seperti halnya PONSEL, internet. Anak-anak zaman sekarang lebih mengerti menggunakan tekhnologi, dan juga lebih mudah mengakses internet… Orang tua sudah mestinya terlibat dengan aktivitas anak, dan mengontrolnya. Tanamkan iman pada anak sebelum ia mengenal internet. Karena kita tahu bila tidak dibekali dengan iman, bisa-bisa internet bisa disalah gunakan. Bekali ilmu… Selesaikan masalah dengan ilmu…

5.                   BELAJAR BERDANDAN

Nah... Yang ini ruang khusus akhwat, tapi ikhwan juga kudu yach!. Biasanya setiap pagi aku dan bunda mendengarkan tausiyah dari mamah Dedeh. Dan seringkali masalah rumah tangga, lelaki memiliki wanita idaman lain (WIL)… Na’udzubillah mindzalik, dan mamah Dedeh akan menjawabnya… Usaha, dan berdo’a, baru kemudian tawakkal… Service kita mungkin selama  ini kurang okey, maka ditingkatkan…  Banyak koq situs-situs baik itu islami, atau media-media yang mengajarkan bagaimana berdandan yang mudah. J Maupun perawatan diri yang murah meriah, bisa dilakukan di rumah, baik dengan produk instan yang dijamin kualitasnya, maupun secara alami… Ini kenapa berdandan juga perlu… Hati kudu dihiasi dengan dzikir, penampilan fisik juga harus dipercantik di hadapan sang belahan jiwa. Nah Kalo sudah dilakukan secara optimal baik usaha dan do'anya masih aja si dia macam itu... Berarti memang sudah hobinya... Kembalikan semua persoalan sesuai dengan ketentuan syari'ah... Seperti apa? Berdo'a, bicara dengan orang yang disegani si dia... misalnya... 

6.                   MEMASAK

Ini benar-benar tuk akhwat banget... Ada yang bilang memasak itu salah satu senjata wanita juga kepada suaminya… Wallahu’alam…


mengejarcintaillahi.blogspot.com 
N.B: Bagi yang sudah punya, jangan ditunda-tunda… Jangan terlalu lama… entar disambar orang… yang belum… teruslah berusaha dan berdo’a… Jangan pernah putus-asa yaa….
Referensi:
1.       http://mentoring98.wordpress.com (Meluruskan Motivasi Untuk Menikah).
2.       www.muslim.or.id (Tausiyah Seorang Ulama:).
3.       http://shafamarwah.wordpress.com 
(Ilmu Adalah Pemimpin).


 Aku memang manusia biasa... 
Yang tak sempurna dan kadang salah... 
 Namun di hatiku hanya satu... 
Cinta untukMU luar biasa... 



Unknown

No comments:

Instagram