Lebaran Terseru Yang Pernah Kurasakan!!!


Guys… Sore hari ini tepat pukul 16.32 aku pengen berbagi cerita berhubung kepala kasi berbaik hati melihat aku tadi bekerja full dan menyuruhku untuk istirahat. Tanggung kuisi untuk menulis saja. Aku pengen bercerita tentang Lebaran Terseru Yang Pernah Kurasakan.
Snack...
Yaitu saat-saat aku berkumpul dengan keluarga besar dari Bunda dan Ayah, dan ini mulai dari kecil hingga saat ini. Usai Shubuh gema takbir berkumandang dari masjid Nurul Iman Putussibau Kota. “Alaahuakbar Allaahuakbar Allaahuakbar… Laa Ilaahaillallah huallaahukbar Allaahuakbar Walillaahilhamd”. Aku dan ke Lima saudara ku pun yang waktu itu masih kecil-keci segera bersiap-siap. Kak Uci, aku Ria, Maya, Wawan, Firda, Rizki. Wawan satu-satunya anak lelaki. Begitupun Ayah dan Bunda. Di meja makan telah terhidang makanan khas lebaran, ada lontong, ketupat, opor ayam, sate, sop sapi, telur sambal, lodeh, kerupuk. Dikulkas sudah ada puding dan agar-agar, semuanya buatan sendiri. Di meja tamu sudah ada kue-kue dan minuman kaleng serta botol. Kami mandi, berdandan, ups wudhu juga dan berangkat ke masjid. Setelah ke masjid ke rumah nenek dan kakek sebelah mama. Adek beradek mama semuanya 10 orang dan hanya 1 orang yang berada di luar kota atau kabupaten lain, itupun biasanya pulang kampung juga, guru.
Hampir semua PNS dan sudah berkeluarga semua.  Di rumah nenek kembali gema takbir dikumandangkan dan do’a setelah itu acara ma’af-ma’afan yang diikuti dengan rasa khusyuk… Ada yang meneteskan air mata entah haru, bahagia, entah apa… Yang pasti setelah ma’af-ma’afan makan-makan secara prasmanan. Ntar kalo dah lebaran lagi aku ceritakan secara detail makanannya, hmm yang pasti nya lontong ketupat khas lebaran gak ketinggalan lah ya.. Setelah itu kami silaturrahmi ke rumah keluarga Ayah. Nenek dan kakek sebelah ayah telah berpulang di sisi Allah. Jadi ngumpulnya di rumah Mak long (anak tertua). Ayah anak  ke dua dipanggil pak Ngah. Acaranya juga sama ya… Salam-salaman, Ma’af-ma’afan, plus makan-makan. Bapak ku juga banyak saudara. Hanya satu yang di Pontianak, satu meninggal waktu masih bujangan. Yang di Ponti ikut suami, paling bungsu. Hmm gak langsung pulang. Ke rumah sanak family, tetangga, asyiknya yaa itu kalo silaturrahmi selain makan, kadang dapat duit, dengar orang-orang tua itu seru banget, jadi betah. Kebahagiaan itu ada dalam kebersamaan. Kebersaan itu indah. Hari fitri merupakan moment yang tepat untuk berkumpul. Guys berhubung dah sore kapan-kapan aku cerita-cerita lagi. Mogaa bermanfaat. 

Unknown

No comments:

Instagram