Sepotong Kisah dari banjir

Banjir lagi di awal tahun 2012???
Hujan terus mengguyur Putussibau kota... Setiap hari membasahi bumi yang dikenal dengan makanan kerupuk basahnya yang berbahan dasar ikan. Sepertinya hari ini air pasang mulai naik perlahan... Namun menurut perkiraan cuaca dari masyarakat, sepertinya banjir kali ini tidaklah sebesar banjir diakhir tahun 2011. Hmm... masyarakat Putussibau kota sebagian besarnya bergembira dengan adanya banjir. Biasanya ramai anak-anak ABG hingga orang tua mandi atau sekedar jalan-jalan melihat pemandangan banjir. Kantor-kantor yang tidak berhubungan dengan pelayanan seperti bank biasanya libur pabila banjir, begitu jua dengan sekolah-sekolah. Biasanya wilayah Dogom yang paling dulu terkena banjir. Yupz... Wilayah Dogom memang dikenal daerah banjir, paling cepat banjir. Hmmm... Sedangkan daerah yang dikenal area bebas banjir adalah Bandara dan sekitarnya, juga sebagian wilayah Putussibau Selatan dan sekitarnya, juga daerah Pantai Sibau, serta daerah Sibau (Komplek Batalyon). Masyarakat yang terkena banjir, akan mengungsi ke posko banjir. Posko-posko banjir untuk wilayah Putussibau Utara yakni kantor PU lantai II, Sekolah Dasar Negeri 06 Putussibau Utara, dan bagi yang berpunya biasanya akan menginap di hotel satu malam sekitar ratusan atau di atas seratus ribu rupiah. Ada juga alat transportasi yang cukup mahal saat banjir, yakni perahu. 1 kali naik bisa sampai Rp50.000,-. Lumayan yach buat beli beras dan susu dedek. Sebaiknya sebelum menaiki trasportasi darurat (pada saat banjir), lakukanlah negoisasi sehingga tidak terlalu kemahalan. Pokoknya sesuaikan dengan jarak tempuh. Kalo bisa pada saat banjir ada satu keluarga bergantian tidur, macam ronda gitu... Sehingga kita masih bisa menyelamatkan barang-barang berharga yang tidak perlu diungsikan, dipindah ke tempat yang lebih tinggi.
Hehehe... Alhamdulillah rumahku adalah rumah panggung, selama ini banjirnya paling tinggi sampai tangga terakhir. Sisi lain pada saat banjir, makanan segar seperti sayur-mayur, lauk-pauk menjadi minim. Namun ada juga warung makan yang masih buka selama banjir, seperti warung sate, ayam bakar, dan ayam goreng, yang letaknya di depan Hotel Sanjaya Putussibau Utara. Yups sebaiknya kita mesti menyiapkan makan-makanan, lauk-pauk, sayur-mayur, di lemari pendingin... Ini pengalaman kami pernah kehabisan sayur. ^_^
Lagi…lagi…lagi…:)
Belum lagi pemadaman listrik… Ponselku sempat ngedrop karena beberapa hari tak dicash, mana sering kuutak-atik lagi, dan gangguan sinyal, bahkan sempat kehilangan sinyal. Namun tetap aja masyarakat suka cita menyambut banjir , bak rekreasi di Waterboom.
Awal tahun 2012 ini kembali Putussibau kota dan sekitarnya banjir. Hanya saja tidak sebesar banjir diakhir tahun 2011 lalu. ^_^
Potret Banjir 2011

Kantorku, dan pagar roboh akibat derasnya arus air banjir

Dalam kantor

Rekan kerja


Tetangga depan rumah.

Anak-anak pengungsi (tetangga kita, keluarga kita juga).

Musim Buah saat banjir

Ini aku di tangga rumah yang udah dinaiki air. Tampak beberapa kendaraan warga...


keluarga itik habis berenang, kemudian bertengger samping rumah.


Unknown

No comments:

Instagram