Walimatul 'Ursy Paman Sah

Juni 2011 lalu, paman kami ada yang walimatul 'ursy di luar kota Putussibau. Jadi keluarga yang dari Jongkong dan Putussibau pun menghadiri hari berbahagia itu... Akad nikah serta resepsi dilakukan di kediaman isteri, Kecamatan Tepuai. Aku, ma'Uda, pa'Uda, kak Susan (kakak sepupu ku), Nenek Usu Buyut (yang datang dari Semarang), dan Uju, naik mobil dari Putussibau. Mobil itu adalah milik Uju dan beliau sendirilah yang menyetir mobil. Perjalanan Putussibau-Tepuai memakan waktu sekitar 4 jam-an. Selama di perjalanan kondisi ku kurang fit. Oiya setiba di sana, malam hari. Aku yang sedang sakit langsung beristirahat. Esoknya aku sudah pulih. Pagi-pagi sekali, kami menuju tempat akad nikah berlangsung di rumah kediaman mempelai isteri. Hmm... Acara akad nikah belum dimulai. Jadi aku bisa mengambil gambar saat akad nikah berlangsung. Oiya selesai akad, aku yang punya kenalan di sana mampir sebentar ke rumah nya. Aku dijamu minuman air susu kedelai yang baru saja dibuat, ditambah es... sruup...sruup... segernya. Kemudian rombongan kami menuju rumah calon suami kak Susan yang letaknya tidak begitu jauh dari tepuai. Di dalam mobil aku sempat memotret pemandangan di jalan. Setelah dari rumah calon kak susan kami kembali di tempat kami menginap, kediaman mak teh siah yang punya satu anak gadis namanya Tria. Tria bersekolah di SMAN Tepuai saat itu. Kami pun meuju ke kebun milik mak teh Siah. Banyak sekali yang ditanam di sana. Ada karet, nanas, singkong, dll. Selain itu juga terdapat kolam ikan. Setelah itu kami mandi di sungai yang tak jauh dari rumah Tria. Sayangnya karena kami akan segera pulang, kami tak sempat jalan-jalan ke PONPES Al-Jihad yang juga dekat dari rumahnya Tria. Juga wisata alam ke Gurun Makai. Tentunya kalau ke Gurun Makai mestilah menggunakan motor. Setelah mandi kami pun kembali ke Putussibau. Kami singgah 2 kali, yakni ke rumah Datok Uju di kecamatan Batu Dato' dan sempat bakar-bakar ikan yang masih segeeer dari kolam datok uju, Sungguh nikmat disantap bersama nasi hangat dan sambal dabu-dabu. Alhamdulillah aku sehat pada saat perjalan pulang... Oiya terakhir kami singgah di rumah keluarga yang letaknya di kecamatan Semangut, di sana aku berjumpa dengan paman aku yang dulu pernah tinggal di rumah kami... Paman Oos, namu aku tidak bertemu dengan pengasuhku masa kecil yaitu bang Dingo, beliau juga tinggal di kecamatan Semangut. Bang Dingo sudah berkeluarga, punya satu anak, dan honor di kantor kecamatan.




Kak susan berusaha mendapatkan nanas dengan cara
menginjak-injak terlebih dahulu bagian pangkal.




Pekarangan rumah datok uju



Prosesi Akad Nikah

Usai Ijab Kabul...


Antar-anataran sebelum akad.

Antar-antaran

Raja dan ratu sehari




SMAN Tepuai

RUmah warga dan aktivitas, dari balik kaca mobil

salah satu SD

Pekarangan SMAN Tepuai

Tanaman padi milik mak teh siah

Kolam ikan makteh siah


Penikmati pemandangan kolam.



Memetik daun singkong


Semangat memetik daun singkong

Mencabut singkong



“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia

menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu

sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram

kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan

sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar

terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum
21) 
“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan
sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang
sholihah” (HR. Muslim)



Unknown

No comments:

Instagram