Belajar Lebih Baik...

http://kammda-kalbar.blogspot.com

Aku besar di KAMMI dan di tarbiyah... Paling aktif hadir dalam kajian-kajian keKAMMIan... dan yang paling sering mengisi materi saat itu adalah salah satu ikhwan yang ternayata seumuran denganku. Afwan bila ku sebut namanya, beliau adalah Sahri amarta yang pernah jadi ketua KAMMI DAERAH KALBAR, Almarhumah Akh. Reza, Akh Yon kusnaedi, dan Akh Deni. Mereka ini yang masih kuingat sampai sekarang. Sedangkan akhwatnya kak Yeti lismani, Ukh Herawati, dan Ka Asma. Mereka ini semuanya dari kampus UNTAN selain akh. Deni yang dari UMP dan ka Asma dari kampus STKIP. Satu diantara mereka menurutku agak beda dari segi penyampaiannya, sepertinya beliau ini sudah puas melanglang buana dalam kehidupan sosial ... gaul, dan bijaksana. Mungkin juga berpengalaman hidup meski usia paling muda. Apa yang disampaikan beliau bisa berguna juga untuk kehidupan aku sekarang ini. Satu kalimat yang membuat aku jadi tersadar, bahwa tak selamanya kita ini benar. Ada kalanya kita perlu pukulan dari orang lain. Jadi suatu ketika...ada rekan kerjaku yang hendak menggoda aku... gurau-gurau jodohin dengan MR. X. Terus terang aku gak suka, jadi aku teriak-teriak (biasa kebiasaan)... Tiba-tiba salah satu rekan kerja lainnya menegurku agak keras, "gak sopan katanya!!!":), saat itu aku bagai berada di dua sisi... aku rasa ingin membalik kata-katanya... "nah lho dulu yang ngomongin masalah belanja gula siapa yang keras-keras?"... namun aku hanya diam... "ia deh", kata ku... Geram juga diperlakukan seperti itu, tapi mungkin dia saat itu sedang geram atau lebih geram ... Aku berusaha untuk tetap bekerja... dan menganggap semua ini selesai.

Nah kan, sama dengan salah satu nasehat seorang ikhwan... mungkin saat itu kalau aku sedang menempatkan diri ku adalah orang yang PERNAH menjadi murobbi, ustadzah, seorang aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), seorang yang pernah merasakan menjadi mahasiswa, seorang yang pernah menjadi aktivis dakwah sekolah, bla..bla... bla... bukan berarti kita ini seorang MALAIKAT tanpa salah... tak selamanya kita benar, jadi terima kritikan orang lain terhadap kita. Jadi hari ini saya BELAJAR menempatkan diri sebagai posisi manusia biasa, bagai gelas kosong yang siap isi... belajar di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja... dan inilah hikmahnya mendengarkan... sekali lagi saya membenarkan kata-kata Akh. Sahri, "TAK SELAMANYA KITA BENAR, KADANG KITA PERLU MENERIMA PUKULAN DARI ORANG LAIN KALO KITA ITU SALAH"... Pada saat aku menjadi panitia DM I di kampus STKIP. ALLAAHUAKBAR!!!. Saat itu ukhti Sabrina menjadi host di DM I, kata ukhti Sabrina "andai aku bisa kayak akh Syahri yang FIGHT cara bicaranya.. (wah gawat kalo yang jadi tokoh dalam tulisan ini baca... takut ge-er :) terima kasih teman-temanku, Trim's YAA ALLAH ... aku diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang seperti mereka, sehingga aku bisa memetik ibroh dari apa yang diucapkan mereka... Wallahu'alam... Dan sekali lagi untuk mengingatkan diriku sendiri, pada saat berada di lingkungan ammah JAGA SIKAP KITA... Karena orang menilai kita dari sikap kita... berilah hikmah kepada mereka, sehingga mereka mengetahui. Dan kepada orang-orang yang berilmu,dengarkanlah apa yang mereka ucapkan. ^_^ Hari ini message itu nyampai.
http://shouzyie.blogspot.com

Unknown

No comments:

Instagram