Jilbab Pertamaku

Sumber gambar: celebrity.okezone.com

Keinginan untuk menggunakan jilbab sudah terpatri semenjak aku duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu sepulang sekolah aku biasanya berjalan kaki karena rumahku dekat dengan sekolah.. Aku dan temanku sekaligus tetangga dekat berdua berpas-pasan dengan anak SMA berdua juga. Yang satunya kakak sepupuku, dan satunya temannya. Temannya ini menggunakan jilbab.. So sweet SUBHANALLAH... Aku merasakan kedamaian melihat remaja itu menggunakan jilbab, tampak manis dan ayu dengan jilbabnya... Aku suka!!!. Dalam hatiku berjanji entar kalau dah akil baligh aku akan menggunakannya juga. Namun ternyata aku mulai belajar menggunakan jilbab sebelum akil baligh, aku lupa kapan yang pasti saat kelas 5 udah mulai mencoba-coba menggunakannya. Meskipun masih main-main, bongkar pasang namanya juga anak-anak yaa...
 Nah ketika SMP kelas III aku pakai lagi, masih sama seperti SD, hanya menggunakan jilbab pas sekolah. Awal aku menggunakan jilbab di SMP salah satu temanku Wulan yang anak tentara memuji aku... katanya aku cantik dengan jilbabku. Wulan tampak senang aku menggunakan jilbab. Saat itu aku mewakili SMP satu lomba tilawah qur'an antar SMP Putussibau, Alhamdulillah aku juara III. Temanku Laily juara II (satu sekolahan SMP 1), sedangkan Hamidah juara I (dari SMP 2). Lalu ada keinginan tuk menggunakan nya. Nah saat itu aku masih belum istiqomah. Wulan sempat kecewa pada saat aku buka lagi. "Yaa kenapa dibuka? cantik pakai jilbab", kata Wulan. Begitu juga dengan guru ngaji aku alm. pak Saukani ketika bapak lagi nongkrong di warung ka Suci, begini kata Bapak "lebih cantik kalau pakai jilbab, jelek ah gak pakai jilbab". Meskipun tukang "salon yang banci itu bilang sayang rambut yang indah kalo ketutup kudung". Namun guru ngajiku dan temanku yang lebih suka aku pakai jilbab membuat aku semangat untuk pakai jilbab.
 Inilah pada saat pertama aku komitmen dengan jilbabku tidak hanya di sekolah tapi juga dengan yang bukan muhrim aku. Saat aku berteman dengan orang-orang  yang sholeha yakni Mbak Endang, juga saat aku dipuji Bunda dan kakakku, dipujuk mereka untuk berjilbab. Kata Bunda dan kakak, "enggak malu ke luar enggak pakai jilbab, rumah bu kepsek dekat lho dengan kita, kamu setiap hari lewat". Akhirnya aku putuskan untuk berjilbab meskipun masih belum sempurna. Dan style aku saat itu celana panjang (celana mambo), baju t-shir pendek, dan jilbab yang gak sedada, lalu ditutupi dengan jaket. Sekilas kayak lelaki. Kadang-kadang busana muslimah banget, kalo dah ada acara pengajian, itupun minjem dari kakak sepupuku yang telah menggunakan hijab.
 Ketika di DATACOM, aku juga pernah sekali melepaskan jilbabku. Sekali aja kok... Itu pun pas pernikahan kakak aku di Pontianak, aku pengen ke warung sebentar buat membeli sesuatu... Setelah itu aku mulai Istiqomah ... Insya ALLAH... Jilbab enggak pernah menjadi hambatanku dalam berkarier...Untuk berprestasi...Tidak ada alasan tuk itu... Ini jaman modern... wanita karir berhijab? No problem...!!! Justru jilbab ini menjadi motivasi... aku tidak pernah kekurangan kebutuhan semenjak pakai jilbab... rezeki ALLAH datang dari pintu mana saja dari arah yang tak terduga... Malahan awalnya banyak pakaian-pakaian yang masih sangat layak dari sepupuku untukku... Ketika aku butuh baju muslimah (saat di DATACOM)... ALHAMDULILLAH YAA ALLAH... Syukron Katsiron... 

Unknown

No comments:

Instagram