Serba - serbi lupa saat kuliah

19 Januari 2012
Pada saat kuliah aku sering banget ketinggalan yang diakibatkan kelupaan sesuatu. Mungkin aku mesti belajar memanajemen otak. Yups kita mulai ceritanya...
Waktu itu aku kostan di mendawai, satu atap sama Ka Atus, Inge', Hamidiah, Ana (Yogya), selain ana yang lainnya satu daerah sama aku. Ka Atus dan Ham adek beradek. Mereka semua kuliah di UNTAN. Ka Inge kuliah jurusan FKIP BIOLOGI angkatan 2003, Ham, Ka Ana FKIP BAHASA INGGRIS (2004), Ka Atus FKIP EKONOMI, paling senior. Ka Atus keibuan, mengayomi, ramah. Ka Inge cuek dan agak pendiam tapi tetap lucu, Ham itu agak keras kepala tapi sebenarnya hatinya lembut. Sedang ka Ana ini suka cerita. Senang banget barang mereka, banyak hal-hal yang menyenangkan yang kami lalui bersama. Misal rujak party, atau mereka biasanya mengajak aku  ikut kajian-kajian kerohanian Islam di kampus mereka. Sedangkan aku sendiri suka kelupaan dan ketinggalan barang-barang berharga. Misalnya aku pernah lupa menutup pintu kost-kostan di lantai dua (lihat pada cerita: Kenanganku bersama Murabbi)
Google.com
setelah aku terakhir yang di luar karena takut padam listrik. Aku gak nyiapin pelita, secara aku takut banget gelap, kulihat yang lainnya udah pada tidur jadi aku gak enak mengganggu... Otomatis esoknya aku mendengar Ibu kostan aku marah... aku orangnya gak suka yang dibelakang so aku waktu itu sebenarnya berusaha menahan emosi aku namun di luar dugaan aku marah dan gak mengindahkan saat bu kost menegur aku. Jelas beliau marah sama aku... Aku takut... akhirnya aku dan teman-teman sekost aku bermusyawarah di kampus FKIP. Waktu itu aku dan ka Atus bareng menuju FKIP sedang Ka Inge dah menunggu di sana. Aku melihat ka Inge yang begitu tenang sehingga menangis, padahal dalam hati aku berjanji gak bakalan nangis... sebelum masalah ini selesai. Asli aku gak bisa membendung air mataku... Akhirnya ka Inge dan ka Atus sepakat pas ntar malam kalau bu Kost manggil kami dan mempersoalkan masalah tadi pagi (tadi pagi mereka udah pada ke kampus semua) aku di suruh diam aja. Diam bisa diartikan mengalah dan mengalah bukan berarti kalah. Aku nyesel banget kenapa malam itu aku lupa nutupin pintu... Astaghfirullah. Lupa lainnya pada saat aku naik oplet dari Sui. Raya menuju Alun-alun (dekat matahari) aku lupa bawa dompet. Kata sopir tersebut, "masa kamu lupa bawa dompet?", aku dengan wajah memelas "ma'af pak saya bener-bener ketinggalan", akhirnya agak kesel sopir tersebut... ya udah aku di free kan dari ongkos oplet yang waktu itu Rp2000,- trus aku jalan kaki sampai kampus karena sadar gak bawa dompet. Pulang nya pinjem uang teman aku Maria.
Ada lagi kelupaan yang cukup membuat aku galau, sore itu aku dan teman sekost aku Kamila yang juga satu kampus (aku pindah kostan di Jalan Karimata dekat kampus) makan bakso dan minum es teler di samping masjid raya Mujahidin Pontianak, pake oplet menuju ke sana nya. Seru... pas pulang ke kost aku cari-cari kunci kamarku gak ketemu, rupanya aku inget saat makan tadi kedai samping masjid Mujahidin aku meletakkan kunci kamarku di atas meja. Jadi ba'da maghrib aku minta anterin sepupu aku Vina yang kuliah di POLTEKKES 28 Oktober jurusan gizi DIII ke kedai tadi, syukurlah mereka belum pulang. Rupanya bapak yang jualan bakso udah nyimpen kunci kamarku di lacinya takut aku gak ke sana lagi hari ini.
Aku juga pernah lupa kalo sore harinya ada kuliah lagi, atau kartu kehadiran ketinggalan. Hal-hal yang nampak sepele tapi sebetulnya mempengaruhi ritme kehidupanku. Kita inginnya sesuatu yang kita jalani lancar, kuliah lancar, namun kadang lupa ini kadang menjadi hambatan. Kadang kita lupa apa yang kita bicarakan sama orang lain, entah itu menyenangkan atau sebaliknya. Sedikit tips yang aku jalani saat ini meskipu kadang lupa karena manusia memang tempatnya salah dan khilaf... Tulisan yang buruk, lebih baik daripada ingatan yang kuat...makanya setiap ilmu yang didapat catat. Catat catat selalu catat... kalo perlu pas masak catat! sekarang aku sedang nyalain kompor. Catat juga nama kenalan-kenalan kita siapa tahu ketemu, minimal dengan mencatat kita bisa sekalian merekam apa yang tadi kita catat ke dalam ingatan kita.

Unknown

No comments:

Instagram