Manis Asam Asin Perjalanan Menuju Ranah Ilmu (Part II)

Perjalanan Menyenangkan Putussibau - Pontianak Together My Friends:
Kak Emi dan Nana
Kak Emi ini kakak kelasku ketika di SMP, pelatih tari kelompok aku, bikin kelompok karena peraturannya kalau mau dapatkan nilai mata pelajaran Seni Tari buat kelompok maksimal ber empat, kami lalu membentuk (aku, Heny, Paulina, dan afwan lupa satunya lagi) dengan tarian Joget Berhibur yang didengkan oleh Siti Nurhaliza. Kami berlatih tari dengan beliau karena dia tetangganya Heny teman se geng ketika SMP (Heny, Ria, Lisda, Pipin, Desy). Segeng karena memiliki kesamaan sama-sama suka nonton film Barbara dan duduk berdekatan, sedang aku dan Heny teman satu bangku. Oiya Heny ini catatannya rapi banget... pernah ia membangga-banggain buku catatannya dengan aku "nih lihat rapi catatan aku", katanya dengan nanda penuh kebanggan sambil ia mengolok-olok catatan aku yang gak rapi ini... Eh tiba-tiba almarhumah Ibu Indah memeriksa catatan kami satu kelas (III C) Heny dah senang-senang, senyum-senyum bak isteri menunggu suaminya pulang dari kerja bawa makanan kesukaannya... pas pemeriksaan di meja kami, "ini buku gak pernah di buka yach? catatan itu bukan buat pajangan tapi buat dibaca kayak punya Ria nih ciri-ciri buku yang sering dibaca", kata Ibu. Aku sampai sakit perut menahan ketawa' kala itu. Heny menggerutu setelah Ibu memeriksa bangku lainnya, "seharusnya buku rapi kayak gini lah bagus", sambil meronyok-ronyok buku catatannya kesal. Aku masih saja menahan ketawa'.

id.openrice.com
Kak Emi ini bekerja di Rumah Sakit di Putussibau sebagai perawat. Ketika hendak pulang kampung dari Pontianak ke Putussibau dalam rangka hari raya idul fitri, aku sebangku dengan dia. Gak janjian sih. "Ria, kak Emi di dekat jendela yach, soalnya kek Emi suka mabuk", aku pikir kayaknya aku baik-baik saja gak  ada rasa mabuk saat mau berangkat jadi aku iyakan. Waktu berpuasa pun tiba, aku hanya berbekal air putih saja... selebihnya aku lupa... kalau gak salah saat itu belum sampai ngabang, jadi kami berbuka di dalam kendaraan. Aku laper, setelah berbuka aku mabuk... Ups syukur saja kak Emi mau berbagi bekalnya dan mengurus aku selama di bis ketika aku sakit selama diperjalan oh indahnya perjalanan. Selama di perjalanan aku selalu kemana-mana dengan kak Emi baik itu hendak makan, sholat, dll.. Kak emi udah benar-benar seperti perawat bagi aku kala itu, iya memberikan aku obat. Katanya "sakit bagian mana ria?", "perut", kataku. Oh itu maag, aku dikasih obat maag dan disuruh menggosok badan dengan minyak kayu putih sehingga aku merasa baikan mestipun masih ngambang-ngambang, karena sakit kepala. Hmmm... bau wangi keju... kak emi membuka badah plastik bentuknya bulat, rupanya roti keju yang langsung dibagikannya dengan aku. "Enak kak Emi... Beli di mana", kataku antusias. "Ini kak Emi pesan sama tetangga minta dibuatkan" kata kakak ramah...
Ketika bis sampai di rumah makan abang adek untuk beristirahat, sholat, buka puasa, dll. aku bertemu dengan Nana teman ku ketika di MAN dulunya (setingkat SMU). "Kau sama siapa Ria?", katanya. "Sama kak Emi", jawabku riang karena bertemu dengan sahabat lama. "Mabuk ndak" katanya, "iya nih beberapa kali aku muntah", kataku yang lagi pusing. "Nih minum obat anti mabuk, aku enggak mabuk minum obat ini", kata Nana. Aku pun meminumnya. Lumayanlah mengurangi rasa mabuk. Kami pun berpisah karena bis yang ditumpangi Nana hendak berangkat... Terima kasih Yaa Allah kau hadirkan mereka saat aku butuhka... Terima kasih friends yang care sama aku. =))



Unknown

No comments:

Instagram