Manis Asam Asin Perjalan Menuju Ranah Ilmu

Assalamu'alaikum dy... ketika aku kuliah di pontianak, aku hilir mudik menggunakan bis... hmm... perjalanan yang panjang yang memakan waktu belasan jam. Semalaman kita berada di dalam bis... Terkadang kita tidak tahu siapa yang duduk di sebelah kita... Okey dech sobat sebaiknya kalo kamu hendak bepergian jauh kamu jangan sendiri. Kamu bisa janjian sama teman-teman kamu, atau minta antar keluargamu.


Kalau aku kadang-kadang dengan kakak sepupuku, dan kalau gak ada teman aku pilih teman sebangku yang perempuan, biar di belakang itu gak masalah bagiku asal kita merasa nyaman dan aman. Pernah sekali-kali kepepet sebangku dengan anak cowok, jadi mau gak mau berjaga supaya aku gak ketiduran atau aku menggunakan pembatas berupa tas agar aku tidak bersentuhan sesama lawan jenis. Kadang aku ngomong langsung. "Pak ma'af pak tolong geser sedikit dong pak, saya kesempitan", begitu kata aku. Aku pernah berada di dalam bis selama 3 hari 2 malam karena waktu itu jalan Putussibau menuju Pontianak rusak berat... Jadi harus menempuh waktu yang lebih lama lagi. Namun Alhamdulilla saat itu kondisi tubuhku sedang fit. Setiap kami melewati jalan  yang berlubar besar, para penumpang disuruh turun. Aku jadi kasihan melihat pak Supir, begitu besar resikonya untuk menghidupi anak isterinya... Namun itulah tempat terbaik baginya. Demi keluarga tercinta...
Di tahun pertama aku berangkat sendiri, adik-adikku yang masih kecil-kecil mengejar-ngejar aku ketika aku akan berangkat ke Pontianak sendiri saat itu. Kulihat dari balik jendela mereka menangis, sedih rasanya. Tapi aku bertekad untuk menyelesaikan kuliahku. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk keluargaku tercinta... Pernah juga aku berangkat dari Putussibau jam 10 pagi nyampainya di Pontianak jam 10 malam. Pada saat itu penumpang hanya saya seorang yang perempuan, aku menghilangkan ketakutanku dengan baca Alqur'an... Alhamdulillah kulihat dibangku depan ada Bapak dengan anaknya, Aman... menurutku... Bis beberapa kali mogok, aku tidak tidur selama berada di bis. Mungkin kalau Yanda tahu aku sendirian... dia tidak akan membiarkannya... Ketika aku sampai dan menelpon Yanda, Yanda pengen marah sama perusahaan bis tersebut. Karena kami gak tahu kalau perempuan yang hanya tiga orang turunnya di Sanggau. Tapi aku melarang Yanda, "yang penting ananda udah selamat gak pa-pa" kata aku saat itu. Akhirnya tepat jam 10 malam kami sampai di kota Pontianak dengan selamat. Sebenarnya perjalanannya sungguh menyenangkan, karena kami melewati kota Sintang di siang hari dan tampak begitu jelas bukit Kelam nan elok dipandang mata.... Namun pas di depan hotel Garuda bisnya kembali macet dan akhirnya seluruh penumpang bis pulang dengan kendaraan masing-masing. Sebenarnya Mahasiswa-mahasiswa STKIP menawarkan aku untuk pulang bareng dengan mereka. Tapi saat itu aku takut. Akhirnya aku putuskan berlari ke rumah kontrakan anak-anak STAIN yang berada di belakang RAMAYANA Mall, kebtulan adatemanku Cici yang kenal pada saat kami sama-sama mendaftar UNTAN dan numpang di kost Azzahra, kakaknya satu kost dengan sepupu-sepupu aku. Syukurlah Cici yang berasal dari Sintang sedang ngobrol dengan temannya. Aku disambut dengan baik, "kasihan, istirahatlah Ria pasti capek", kata Cici... Thank's Allah...Thanks my friend... Perjalanan yang panjang melewati hutan Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Nanga Pinoh, dll... beberapa kabupaten... yang kami lewati baru bisa nyampai ke Pontianak. Makanya tak heran banyak mahasiswa Kapuas Hulu yang pada saat kuliah menduduki posisi yang penting (may be) baik itu di BEM, LDK, BKMI, KAMMI dan ORMAS lainnya, mungkin karena Manis Asam Asin Perjalanan Menuju Ranah Ilmu itu saja sudah sedemikian... beratnya (bagi aku, kalian?) sehingga termotivasi untuk berprestasi, meski pun gak semuanya... tapi sudah kulihat bang Hadidi yang jadi ketua BEM FKIP UNTAN, tuan Sasbirais yang jadi ketua BKMI UNTAN, dll... Semangat!!! ALLAAHUABAR!!!
SEMANGAT '45

SEMANGAT BELAJAR

Unknown

No comments:

Instagram